29 April 2013

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA DASAR SIFAT ASAM DAN BASA SENYAWA,TITRASI ASAM BASA

A. TUJUAN PRAKTIKUM

            Tujuan praktikum sifat asam dan basa senyawa, titrasi asam basa yaitu :
a. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang sifat-sifat asam dan basa senyawa.
b. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang perbedaan tingkat keasaman antara alkohol alifatis dan alkohol aromatis.
c. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang struktur senyawa asam basa.
d. Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tentang struktur senyawa asam dan basa berdasarkan struktur elektron
e. Melakukan titrasi asam basa untuk menentukan konsentrasi suatu larutan. 

B. DASAR TEORI
            Asam basa merupakan salah satu sifat suatu zat baik yang berbentuk larutan maupun non pelarut, sifat dari asam yaitu terasa masam dan basa terasa pahit dan sifat asam basa juga bersifat beracun dan korosif. hubungan asam basa dengan pH adalah pH sebagai penentu agar suatu senyawa bisa diketahui bersifat asam atau basa, jika pH senyawa lebih kecil dari 7 maka senyawa tersebut bersifat asam dan jika suatu senyawa pH lebih besar dari 7 maka senyawa tersebut bersifat basa. ( Yayan sunarya, 2003 )(Windarti,T.,2008)
            Teori asam basa menurut Arrhenius yaitu asam adalah suatu spesies yang akan meningkatkan konsentrasi ion H+ di dalam air dan basa adalah suatu spesies yang akan meningkatkan konsentrasi ion OH- di dalam air, sedangkan teori asam basa menurut Bronsted-Lowry yaitu asam didefinisikan sebagai sebuah molekul atau ion yang mampu melepaskan atau mendonorkan kation hidrogen (proton, H+) dan basa sebagai spesi kimia yang mampu menarik atau menerima kation hidrogen (proton), dan teori asam basa menurut Lewis yaitu asam adalah spesi yang dapat membentuk ikatan kovalen dengan akseptor pasangan elektron bebas dari spesi yang lain dan basa adalah spesi yang dapat membentuk ikatan kovalen melalui donator pasangan elektron bebas kepada spesi yang lain. ( Belajar kimia, 2009 )(Ziessow,D.,2007)
            Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks. Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titran. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya. ( Belajar kimia, 2008 )(Gressangga,W.,2010)
C. WAKTU DAN TEMPAT
            Praktikum kimia dasar dilaksanakan pada hari selasa tanggal 27 maret 2012 pukul 15:30–17:00 WIB di laboratorium Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya.
D. BAHAN DAN ALAT
            Bahan yang digunakan adalah : larutan HCl, larutan CH3COOH, larutan NaOH, larutan Mg(OH)2, NaOH 50 ml, phenolphtalein 3 tetes, aquades 5 ml, HCl 20 ml, dan kertas saring. sedangkan alat yang digunakan adalah : pH paper universal, buret 1 buah, corong, botol semprot 1 buah, pipet gondok 10 ml 1 buah, gelas kimia 250 ml 1 buah, dan gelas erlenmeyer 250 ml 2 buah.

E. PROSEDUR KERJA
            Prosedur kerja sifat asam dan basa senyawa adalah :
a. Mengambil 4 buah pH paper universal dan 4 buah kertas lakmus.
b. Memasukkan kedalam masing-masing larutan.
c. mengamati perubahan yang terjadi.
d. Mengulangi sekali lagi dan catat hasilnya.
e. Membandingkan hasil dari pH paper universal dan kertas lakmus.
            Prosedur kerja titrasi asam basa adalah :
a. Membersihkan buret dan membilas dengan NaOH yang akan dipakai sebanyak 3 kali (5 ml), kemudian memasukkan larutan NaOH kedalam buret menggunakan corong sampai volumenya melebihi skala nol buret, kemudian menurunkan volume larutan NaOH pada buret sampai tepat skala nol,
b. Pipet 10 ml larutan asam yang akan ditentukan konsentrasinya dengan menggunakan pipet gondok dan memasukkan kedalam labu erlenmeyer dengan teknik yang benar.
c. Menambahkan aquades kedalam labu erlenmeyer 5 ml untuk memebilas larutan yang menempel pada dinding labu erlenmeyer, menambahkan 3 tetes indikator phenolphtalein.
d. Melakukan titrasi dengan cara meneteskan larutan NaOH dari buret secara perlahan-lahan tetes demi tetes sampai larutan akan berubah warna.
e. mencatat keadan akhir buret yang menunjukkan volume larutan NaOH yang dipakai yakni selisih volume semula dengan volume akhir.
f. mengulangi percobaan sebanyak 2 kali ( lakukan duplo ).
g. Menghitung konsentrasi larutan yang telah dititrasi dengan menggunakan rumus V1 . M1 = V2 . M2

F. HASIL PENGAMATAN
Tabel I. Hasil pengamatan sifat asam dan basa senyawa
NO
Bahan
Warna yang ditunjukkan
pH
Keterangan
1
HCl
Merah
1
Asam kuat
2
CH3COOH
Jingga
2
Asam lemah
3
NaOH
Biru Tua
10
Basa kuat
4
MgO4S
Hijau muda
5
Asam lemah

Tabel II. Hasil pengamatan tritasi asam basa
Bahan
Indikator
Titrasi
Hasil Akhir
Nama
Jumlah
Nama
Jumlah
Nama
Jumlah
Warna
HCl
10 ml
Aquades PP
5 ml/3
tetes
NaOH
0,1 N
3,2 ml
Merah Muda

Rumus menghitung konsentrasi larutan HCl adalah :
=Jumlah larutan titrasi
=Dimana titrasi dibentuk
= 10 ml                   M2 = 0,1 M                        10 x = 0,32
=  ?                                    V1 . M1 = V2 . M2                x = 0,32/10
= 3,2 ml                  10 . x =3, 2. 0,1                       x = 0,032

G. PEMBAHASAN
            Berdasarkan tabel I. Hasil pengamatan sifat asam dan basa senyawa, senyawa yang bersifat asam adalah HCl, CH3COOH, dan MgO4S. asam adalah salah satu sifat suatu zat baik yang berbentuk larutan maupun non pelarut, sifat dari asam yaitu terasa masam, korosif, dan beracun. larutan HCl bersifat asam kuat, pH 1, dan berwarna merah, sedangkan CH3COOH bersifat asam lemah,  pH 2, dan berwarna Jingga, dan MgO4S bersifat asam lemah, pH 5, dan berwarna hijau muda. senyawa yang bersifat basa adalah NaOH. basa adalah salah satu sifat suatu zat baik yang berbentuk larutan maupun non pelarut, sifat dari basa yaitu terasa pahit, korosif, dan beracun. larutan NaOH bersifat basa kuat, pH 10, dan berwarna biru Tua. dan untuk mengetahui suatu senyawa tersebut bersifat asam kuat, asam lemah, basa kuat, dan basa lemah yaitu dengan hidrolisis. Hidrolisis adalah terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam atau basa bila kation yang terhidrolisis maka akan dihasilkan larutan yang bersifat asam. Bila anion yang terhirolisis maka akan dihasilkan larutan yang bersifat basa.
persamaan reaksinya adalah :
HCl  à H+ + Cl-
CH3COOH à CH3COO- + H+
NaOH à Na+ + OH-
            Berdasarkan tabel II. hasil pengamatan titrasi asam basa. senyawa HCl berjumlah 10 ml, indikator aquades pp 5 ml dan  3 tetes, dititrasi NaOH 3,2 ml, dan menghasilkan warna merah muda. dan untuk menghitung molaritas larutan HCl adalah NaOH 3,2 ml dikali dengan 0,1 molaritas titran dan menghasilkan 0,32 molaritas lalu 0,32 dibagi dengan 10 jumlah larutan yang dititrasi dan menghasilkan 0,032 molaritas.


H. KESIMPULAN
            Kesimpulan dari praktikum sifat asam dan basa senyawa,asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton (Ion H+)dari suatu basa.Asam memiliki PH<7.Basa adalah senyawa kimia yang menyerap Ion hydronium ketika dilarutkan dalam air,Basa memiliki PH>basa.Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya. titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redoks untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titran. titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. . Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya. titran ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan equivalen ( artinya secara stoikiometri titran dan titer tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai titik equivalen.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar